Pukul 4 lebih 27 menit Hayan akhirnya sampai dirumah. Kedua tangannya sangat penuh bawa banyak sekali makanan untuk Titut. Setelah meletakkan semuanya di meja makan, ia bergegas menuju ke kamar untuk memeriksa kondisi si imut yang rupanya sudah mampu duduk bersandar pada headboard ranjang yang dilapisi dua bantal.

Hayan mendekat, langsung memberikan kecupan penuh di seluruh wajah Titut. Matanya sempat memeriksa area sekitar kasur, memastikan tidak ada air yang tumpah, kulit buah yang jatuh atau mainan lego sisa Nino bermain tadi. Begitu Hayan menanyakan kabarnya hari ini, Titut malah menyuruhnya untuk segera mandi terlebih dahulu karena bau asap knalpot.

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian dengan kaos hitam polos lengan pendek, Hayan langsung naik ke ranjang. Ia kembali menciumi pipi kiri Titut berkali-kali, sengaja gangguin Titut yang lagi seru-serunya nonton sinetron kesayangan warga Asmara Gen Z Aqeela gamon sama Fattah dan Harry cemburu mampus.

“Kenapa Hayaan?” Titut akhirnya menoleh ke samping, sedang tangan kanannya menangkup pipi kiri Hayan.

“Tadi siang Nino chat aku. Katanya Titut udah bisa duduk senderan, udah gak pusing. Tapi habis itu kamu nangis karena kangen bisa duduk, ya?” ucap Hayan sembari menggesekkan kedua hidung mereka dengan gemas.

Titut langsung mengerucutkan bibirnya, matanya mendadak berkaca-kaca lagi karena teringat betapa menyebalkannya lima belas hari terlentang bahkan merasa pusing dan mual di beberapa hari kemarin sampai harus telentang lagi di kasur. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Hayan, memeluk leher suaminya itu dengan erat. Hayan terkekeh pelan, tangan kekarnya naik untuk mengusap punggung Titut dengan lembut, sesekali mengecup bahu si imut untuk menenangkannya karena memang ia jadi jauh lebih sensitif sejak hamil.

"Udah, nggak apa-apa... kan sekarang udah sembuh, udah bisa duduk gini nontonin Aqeela clbk sama Fattah." bisik Hayan yang membuat Titut mendongak dan beri senyum meep :]

Setelah memastikan Titut benar-benar tenang dan nyaman dengan posisi duduknya, Hayan baru beranjak untuk menyiapkan makan malam. Sewaktu pulang kerja tadi, ia sempat membeli sup iga kesukaan Titut yang dagingnya sangat lembut. Ia juga memotongkan beberapa buah yang dibawakan oleh mama beberapa hari lalu, tidak lupa membuatkan susu hamil untuk Titut serta menyiapkan beberapa camilan untuk mereka makan bersama nanti.

Sudah lama sekali sejak mereka pulang dari rumah sakit, baru pulang saja esok paginya Hayan mau tidak mau harus pergi kerja lagi meninggalkan Titut pada mama dan Nino yang bergantian menjaga dengan senang hati.

Begitu makan malam selesai, Hayan langsung membereskan semuanya menyisakan toples berisi makanan-makanan kesukaan Titut di atas kasur. Kebetulan sinetron yang tadi ditonton Titut juga sudah habis, jadi Titut mengajak Hayan untuk mengobrol santai saja.