“Gua cabut duluan ya thanks udah di bayarin. Selamat pacaran gua ga mau ganggu” Ucap Jovi tak lama setelah ia menghabiskan makanannya.

“Buru-buru banget Jo” balas Asher.

“Iya enek gua ngeliat kalian ber empat” Jovi berdiri sembari memakai kembali jas yang sempat ia lepas tadi.

“Alah bilang aja iri kan lu” tambah Kenzo sambil masih sibuk mengunyah makanan penutup.

“Ngapain gua iri sama lu, dah gua balik ye”

“Titidj Jovi” Sacha melambaikan tangannya.

Sebelum keluar Jovi sempat menepuk pundak Lionel dan berbisik, “Good luck bro”

“Mainnya bisik-bisik, males banget gua ga di ajak” ucap Kenzo sambil melempar tisu ke arah Jovi.

“Kepo lu” Jovi meledek, mengeluarkan lidahnya dan melambaikan tangan lalu berjalan keluar resto.

“Ngomong apaan yo dia?” tanya Kenzo ke Lionel.

“Adalah pokoknya” Lionel membalas singkat lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Sacha yang juga masih sibuk dengan makanan penutupnya.

“Kenyang ga?”

Sacha mengangguk.

“Kenyang banget, kayaknya aku ga bisa jalan”

Lionel terkekeh. “Pelan-pelan aja makannya”

“Eh abis ini kalian mau kemana?” tanya Sacha kepada Asher.

“Paling jalan di sekitar sini aja” jawabnya yang disusul anggukan oleh Kenzo.

Sacha kembali menatap Lionel. “Kalo kita? kamu mau langsung pulang kah Lio?”

Lionel menggeleng.

“Terus kemana?”