York, 2021

Bagaimana rasanya jika api kehidupan yang kamu rawat seperti anak sendiri diguyur dengan satu ember penuh?

Ini satu ember besar. Bukan ember pasir.

Cecile merasakan itu untuk pertama kali dalam hidupnya yang nyaris terlalu lancar. Pada hakikatnya, kesempurnaan memang tidak pernah menjadi milik manusia. Hati gadis itu seakan dihantam oleh truk bermuatan besar ketika disuguhkan pertanyaan, “Bagaimana jika kamu pindah ke Enschede?”

Belum lama ini, neneknya, yang tinggal di Belanda seorang diri, jatuh sakit. Pneumonia, kata dokter. Nama penyakitnya terdengar serius, cukup untuk menggetarkan hati sang anak (ibu Cecile). Lain cerita jika vonis dokter mengatakan bahwa nenek hanya masuk angin. Mungkin Sophia (ibu Cecile juga) tidak akan pucat mendengarnya, lantas hanya mengirimkan satu dus Tolak Angin kepada nenek.

Bercanda. Dalam dunia medis Eropa, tidak ada fenomena enter wind.

Kembali lagi dengan Cecile dan titah sang ibu agar ia menetap di Enschede untuk sementara waktu. Mengapa gadis itu begitu menentangnya? Tentu saja karena tahun depan ia akan lulus kuliah. Sekarang adalah masa-masa ia harus menyelesaikan tugas akhirnya.

Sedikit konteks. Cecile tumbuh besar menjadi orang yang mengejar kesempurnaan, walaupun ia tahu betul tidak ada seorang pun manusia yang dapat mencapainya. Tetapi, manusia masih boleh berambisi, dan salah satu dari satu juta ambisinya adalah lulus tepat waktu dengan nilai yang memuaskan.

Gadis muda Heartwood itu memang murid yang baik. Ketika kenakalan remaja merajalela di usia-usia pubertas, ia tidak pernah sekali pun membolos. Ia tidak pernah tidak mengerjakan tugas-tugasnya, tidak pernah tidak belajar sebelum ujian, tidak pernah tidak naik kelas, dan tidak pernah tidak membuat guru-gurunya senang.

Sebenarnya, ada hal yang membuat Cecile tumbuh menjadi pribadi yang perfeksionis. Cecile sendiri tidak tahu mengapa ia seperti ini—baginya, ia sudah terlahir dengan karakteristik itu. Tetapi, 9 dari 10 penduduk bumi mengetahui betul bahwa kakaknya adalah alasan yang memantik hati kecil Cecile untuk menjadi sosok yang sempurna, seperti sang kakak. Victoria Heartwood. Seorang penari balet, berhasil memenangkan kompetisi balet bergengsi di usianya yang hanya 10 tahun. Jika mencari nama Victoria Heartwood, ratusan artikel yang meliput kesuksesannya akan memenuhi laman pencarian.

Pernah mendapat urutan presentasi setelah orang terpintar di sekolah? Begitulah perasaan terpojok Cecile ketika mengetahui betapa hebatnya pencapaian sang kakak.