MANIFESTO KEBIJAKAN & GRAND DESIGN

Avilash Najmi Iskandar — Calon Ketua Umum Majelis Perwakilan Kelas SMA Labschool Jakarta Periode 2026/2027


Ringkasan Eksekutif

MPK periode 2026/2027 tidak bisa lagi berjalan sebagai lembaga pengawas yang baru bergerak setelah masalah terjadi. Empat pilar kebijakan ini saling mengunci satu sama lain. Fungsi Edukasi mencegah pelanggaran sejak awal. Digitalisasi Pemilos menjaga proses demokrasi internal tetap transparan. Reformasi enam SOP (Umum, Administrasi, Birokrasi, Keanggotaan Pengawasan, Penilaian) memberi kerangka hukum dan teknis supaya keputusan MPK terukur, berkelanjutan, dan tidak mudah digugat sepihak.


I. Visi & Misi

Visi

Menjadikan Majelis Perwakilan Kelas SMA Labschool Jakarta sebagai lembaga legislatif pelajar yang objektif, transparan, dan berdampak nyata bagi OSIS serta seluruh civitas akademika, lewat tata kelola yang preventif, terukur, dan berbasis data lapangan.

Misi

  1. Menambahkan Edukasi sebagai fungsi baru MPK, sehingga MPK punya wewenang menjalankan program kerja edukatif di bidang legislasi dan parlemen seperti School of Parliament, Studi Banding, dan Tanya Yuk.
  2. Mendigitalisasi Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) agar prosesnya cepat, transparan, dan mudah diakses seluruh pemilih.
  3. Menghadirkan Standar Operasional Prosedur (SOP) MPK, dari SOP Umum sampai SOP Penilaian, sebagai satu sistem tata kelola yang terintegrasi dan bebas bias subjektif.
  4. Memperkuat prinsip preventif dalam pengawasan program kerja OSIS, sehingga masalah dicegah sejak tahap perencanaan, bukan ditemukan setelah program kerja berjalan.

II. Peta Kebijakan

Pilar Fokus Utama Status Link:
Edukasi (Tanya Yuk & School of Parliament) Sebagai payung legalitas program kerja seperti School of Parliament dan Tanya Yuk Inisiatif baru Tidak ada
Digitalisasi Pemilos Efisiensi, transparansi, aksesibilitas pemilu internal Inisiatif baru
SOP Umum Pedoman umum untuk MPK. Dalam penyempurnaan
SOP Administrasi Pedoman administrasi MPK Dalam penyempurnaan Sedang dalam pembuatan
SOP Keanggotaan Rincian identitas keanggotaan Dalam penyempurnaan Sedang dalam pembuatan
SOP Birokrasi Alur kerja internal-eksternal Sudah dirancang, perlu diperkuat
SOP Pengawasan Pengembangan pengawasan terhadap program kerja OSIS. Sudah dirancang
SOP Penilaian Sistem Tri-Instrumen berbasis rumus Sudah dirancang

III. Inovasi Fungsi Baru: Edukasi

Selama ini MPK dikenal murni sebagai lembaga pengawas: mengecek, mencatat, menegur. Fungsi ini tetap penting, tapi tidak cukup. Saya akan menambahkan Edukasi sebagai fungsi legislatif baru MPK, agar program-program seperti School of Parliament, Tanya Yuk diberikan payung hukum agar kami sebagai badan legislatif tetap menjaga nilai-nilai dasar kita. Dengan adanya fungsi tersebut, maka program yang disebutkan tadi dapat dijadikan wewenang kita karena tujuan dari program-program tersebut adalah untuk menambahkan wawasan ilmu legislatif dan kepemimpinan kepada seluruh pelajar di Indonesia.