Hari keempat belas. Matahari belum terbit untuk menyinari dunia, jam masih menunjukkan pukul tiga dini hari. Suasana ruang kontrol terasa berat, tidak ada yang berani beranjak dari ruangan itu.
Suara statis perlahan menghilang, layar monitor semuanya menjadi gelap seolah mengerti apa yang telah terjadi dan yang mereka rasakan saat ini.
Ivy masih duduk di depan monitor menatap kosong ke arah monitor enam, di mana Iren terakhir terlihat. Dain berdiri tepat disebelahnya, menghadap ke arah teman-teman lainnya.
Juan terduduk di lantai dekat dengan pintu, Luna berada di ujung meja terduduk dengan beberapa The Frames, Asep atau Aster terduduk di sofa kecil memegang foto yang ditemukan sebelumnya.
Asep masih belum mengerti apa hubungannya dengan Euis atau Eunice. Hanya ia merasa begitu familiar dengan foto yang masih ada di tangannya.
Ditengah keheningan, “Kita harus keluar sekarang.” Dain menutup laptopnya setelah menyimpan footage dalam hard drivenya.
“Tapi, Dain..” Ivy tidak menyelesaikan kalimatnya, ia masih berat untuk meninggalkan temannya. Seolah ia masih sangat yakin, Iren masih bisa ditemukan.
“Kamu dengar yang Iren bilang kemarin kan? Kita harus keluar, Vy.”
Ivy kini diam, tidak membantah. Ia perlahan mengangguk dengan lemas.
Mereka bergerak masing-masing dalam ruang kontrol, memastikan semuanya telah dibawa terutama yang penting-penting.
Ivy mencabut kabel-kabel yang terhubung dengan monitor-monitornya. Memastikan tidak ada yang masih terhubung.
Dan ketika mereka siap untuk meninggalkan ruang kontrol, monitor nomor enam kembali menyala menampilkan sebuah gambar.
Ruang kamar 432.
Mereka semua berhenti, menatap heran monitor yang menyala bahkan saat tidak terhubung dengan listrik.
Ruangan kamar 432 terlihat kosong di monitor, hanya ada kursi yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Di atas kursi terdapat sebuah benda yang amat sangat mereka kenali.
Kamera Iren.
“Bukannya itu kamera Iren?”
Ivy mendekat kembali ke monitor untuk melihat dengan jelas. Dan benar, itu kamera Iren.
“Tapi bukannya kamera Iren ada di kita?”
Kemudian layar monitor berkedip.