Hari ketujuh, sudah seminggu The Crews dan The Frames mengeksplor hotel ini. Banyak hal yang terjadi namun masih mereka tutupi dengan pemikiran dan cara yang positif.

The Crews datang ke ruang kontrol–tempat di mana Ivy selalu berada ketika mereka sedang mengeksplor, Ivy sudah ada di sana sejak awal, atau mungkin ia tidak beranjak sedikitpun dari ruang kontrol.

“Sudah di sini aja, Vy.” Asep menyapa dan berdiri di sampingnya, melihat apa yang sedang diperhatikan Ivy.

“Aku sudah semalaman di sini.” Jawab Ivy seadanya, matanya melihat sekeliling, “Mana yang lain?”

Asep tidak bertanya atau berbicara lagi, ia berlari memanggil The Crews lainnya, tentu dengan The Frames.

Ketika semua sudah berkumpul, Ivy berbisik kepada Asep dan Euis. “Kita butuh beberapa footage bagus, bantuin dong.”

Asep hanya mengacungkan jempolnya kepada Ivy.

Ketika Asep dan Euis menghampiri The Frames yang sedang berbincang satu sama lain, Ivy meletakan kamera di atas monitornya. Lampu kamera itu berwarna merah, tanda sedang menyala.

RECORDING . . .

“Halo guys, selamat pagi, kami butuh beberapa footage bagus untuk dokumentasi nih. Bisa bantu gak?” Tanya Asep dengan senyum cerianya.

“Gak mau, mau kalau Euis yang minta tolong.” Jawab Jane, salah satu The Frames termuda yang membuat seisi ruang kontrol tertawa.

Kemudian, mereka semua bekerja sama. Mencari dan menentukkan footage yang bagus, tidak rusak, ataupun yang menarik.

Sampai salah satu footage lobby hotel, Ivy mengernyit menatap footage itu, “Stop disitu!” Perintah Ivy secara tiba-tiba yang membuat beberapa The Frames menoleh ke arahnya.

“Dain, coba tolong bawa kemari footage lobby yang aku simpan kemarin itu.”

Dain membawakan footage yang sebenarnya disimpan Ivy untuk opening dokumentasi, “Ini?”

Ivy mengangguk, dan menunjukkan kedua footage yang sama namun terlihat berbeda.

Bukan karena kualitas gambarnya. Melainkan karena ada sesuatu yang tidak seharusnya berada di dalam frame.

Saat kamera merekam meja resepsionis, terlihat sebuah buku tamu lama yang terbuka di atas meja. Namun, di footage yang telah Ivy simpan, semua buku tertutup dan tersusun rapi di sudut meja.

“Pas kalian disana, bukunya terbuka atau tertutup?” Ivy bertanya untuk memastikan, namun tidak ada jawaban yang keluar dari mereka. Karena yang mereka ingat tidak ada buku yang terbuka saat itu.

Iren menatap dan memperhatikan tulisan yang ada di buku tersebut, “Oh ini buku tamu yang menginap. Lihat ada tulisan kapan para tamu check-in dan check-out.”

Juan menatap rekaman footage kedua kemudian memperbesar rekamannya.