Glosarium Aksi dan Metrik Sepak Bola Lapangbola berisi definisi standar berbagai aksi statistik dalam pertandingan, untuk menyatukan pemahaman pelatih, analis, dan pemangku kepentingan dalam membaca serta memanfaatkan data secara konsisten.
Glosarium ini menjadi dasar bagi laporan dan dashboard analisis Lapangbola, dan dapat digunakan oleh akademi, klub, maupun federasi yang menerapkan pendekatan berbasis data.
Melalui glosarium ini, Lapangbola berupaya membangun budaya sepak bola Indonesia yang ilmiah, transparan, dan objektif.
Jumlah aksi berdasarkan jenis olahraga
Goal dalam sepak bola adalah situasi ketika bola sepenuhnya melewati garis gawang lawan di antara tiang dan di bawah mistar, tanpa pelanggaran, dan disahkan oleh wasit.
Proses gol yang terjadi melalui Tendangan Penalti. Apabila penalti gagal, lalu bola rebound dan menghasilkan gol, maka tidak dihitung sebagai Penalty Goal, dan Jika Pemain gagal mencetak gol melalui tendangan penalti baik diselamatkan oleh kiper lawan, mengenai tiang/mistar, atau menjauh dari gawang yaitu Penalty Missed.
Pemain sengaja maupun tidak sengaja memasukkan bola ke gawang tim sendiri dan disahkan oleh wasit, Gol bunuh diri biasanya diberikan jika tembakan tidak mengarah ke gawang (Shot off Target) dan dibelokkan ke gawang oleh lawan atau operan yang dibelokan ke gawang oleh lawan.
Assist adalah sentuhan terakhir berupa operan atau aksi lain yang membantu terciptanya gol, baik langsung ditembak maupun setelah digiring, dan tetap dihitung meski ada defleksi lawan jika bola kemungkinan besar sampai ke penerima.
Key pass adalah sentuhan terakhir berupa operan atau sentuhan lain yang mengarah ke peluang tembakan (on/off/Block), termasuk jika sempat terdefleksi kecil lawan namun bola tetap bisa diterima penerima.
Tembakan yang tepat sasaran, yaitu setiap upaya menendang bola yang mengarah ke gawang dan berpotensi menjadi gol, baik yang akhirnya masuk, berhasil ditepis atau ditangkap kiper, atau diselamatkan oleh pemain lawan yang posisinya berada di belakang kiper.
Upaya tendangan atau sundulan ke arah gawang yang tidak tepat sasaran. Termasuk di dalamnya tembakan yang melebar, terlalu tinggi, atau mengenai tiang/mistar gawang tanpa menghasilkan gol.
Tembakan yang mengarah ke gawang namun diblok oleh pemain lawan atau rekan sendiri sehingga tidak mengarah ke gawang atau tidak terjadi gol.
Situasi ini menggambarkan peluang emas di mana pemain seharusnya bisa mencetak gol, namun gagal karena penyelesaian buruk, intervensi lawan, atau kehilangan kontrol bola.
Operan menyilang yang dilakukan dari sisi kanan atau kiri attacking zone ke area kotak penalti, baik bola lambung atau bola mendatar.
Cross fail adalah kondisi ketika umpan silang gagal diterima rekan setim biasanya karena kesalahan pengumpan, penerima offside, atau bola dipatahkan lawan.
Operan silang gagal dikarenakan diblok oleh pemain lawan.
Sapuan bola menjauh atau keluar dari area pertahanan, dengan maksud mencegah terjadinya gol/melepaskan diri dari tekanan tim lawan dan tidak ada opsi operan yang dimiliki oleh pemain tersebut. Clearance dianggap operan berhasil jika bola hasil sapuan diterima rekan setim.
Pemain berhasil memotong operan lawan baik bola datar maupun bola atas dengan bergerak ke jalur operan, kemudian bola berada di penguasaan timnya.
Pemain memotong operan lawan baik bola datar maupun bola atas dengan bergerak ke jalur operan namun pemain gagal melakukan dengan sempurna. Operan pemain lawan gagal dicegah/bola kembali ke penguasaan tim lawan atau bola meninggalkan lapangan permainan, atau pemain melakukan blok operan lawan.
Pemain melakukan Blok terhadap tembakan yang dilakukan oleh pemain lawan, sehingga bola tidak mengarah ke gawang baik menjadi Goal, Shoot on Target, maupun Shoot off Target.
Pemain memblok bola pada saat pemain lawan akan melakukan operan menyilang sehingga pemain lawan gagal memberikan operan silang.
Kesalahan pemain yang mengakibatkan terjadinya peluang untuk lawan (Goal, Shot on Target, Shot off Target). Beberapa contoh kejadian error: Blunder (Salah operan, kehilangan, atau bola direbut lawan di area kotak pinalti atau area pertahanan sendiri) yang mengakibatkan lawan dapat melakukan tembakan atau gol. Gol bunuh diri (own goal) termasuk error.
Kesalahan pemain mengakibatkan terjadinya gol.
Kesalahan pemain mengakibatkan lawan dapat melakukan tembakan (Shot on Target atau Shot off Target).
Duel yang dimenangkan antara 2 pemain yang terlibat untuk merebut bola di udara. Jika lebih dari dua pemain yang terlibat, maka pemain yang paling dekat dengan bola yang dianggap duel udara.
Pemain kalah duel udara antara 2 pemain yang terlibat untuk merebut bola di udara. Jika lebih dari dua pemain yang terlibat, pemain yang paling dekat dengan bola yang dianggap duel udara.
Ground Duel Won adalah situasi ketika pemain berhasil memenangkan perebutan bola di lapangan melalui duel fisik, sehingga timnya tetap menguasai bola jika pada situasi In Posesion atau timnya berhasil merebut penguasaan bola jika situasi Out Posesion.
Ground Duel Lost adalah situasi ketika pemain gagal memenangkan perebutan bola di lapangan melalui duel fisik, sehingga penguasaan bola jatuh ke lawan pada situasi In Posesion atau gagal merebut penguasaan bola pada situasi Out Posesion.
Pemain menggiring/menguasai bola berhasil melewati pemain lawan, tanpa kehilangan kontrol bola.
Pemain menggiring/menguasai bola gagal melewati pemain lawan. Dribble Failed dikarenakan kesalahan pemain sendiri tanpa gangguan pemain lawan atau bola berhasil direbut (Tackle) lawan.
Pemain yang dilewati oleh pemain lawan yang menggiring bola atau melakukan Dribble.
Pemain berhasil merebut bola dari penguasaan pemain lawan mengakibatkan pemain lawan tersebut kehilangan penguasaan bola atau bola keluar lapangan.
Upaya merebut bola dengan menjulurkan kaki dan posisi badan tetap berdiri.
Upaya merebut bola dengan meluncur di lapangan.