Banyak orang ketika gagal langsung menganggap ini akhir dari segalanya, menganggap dirinya bodoh, dan stres. Misa dapat nilai jelek saat ujian, gagal bikin teman bsru, grogi parah saat presentasi, dll. Tapi sebenarnya kegagalan tersebut membuat kita justru lebih kuat.
Ketika kita gagal, kita selalu punya dua pilihan:
Ya tahu bahwa gagal itu menyakitkan. Tapi kalau kita pilih pilihan kedua justru kita makin kuat karena kita cari solusi lainnya, bukan langsung ngeluh dan nyerah. Terus gimana praktekknya? Sini aku ceritain bagaimana aku terapinnya.
Aku dulu pernah presentasi kelompok matematika. Aku dulu berpikir bahwa aku bakalan bagus presentasinya. Tapi ketika aku pembukaan dan penutup, baru kerasa bahwa aku grogi, jelasin tidak jelas, dan kesannya sok “Asik”. Aku lumayan malu sama diri sendiri waktu itu. Tapi aku evaluasi apa yang gagal dan refine strategi.
Ketika presentasi TIK aku langsung pakai strategi hasil refine. Hasilnya lumayan bagus, jauh lebih bagus dari presentasi matematika. Lalu aku presentasi bahasa Indonesia juga dihari yang sama, dna lebih bagus lagi karena kondisi mendukung dimana aku yang desain PPT dan presentasi hampir full.
Hanya butuh 1 kegagalan untuk membuka pintu 2 keberhasilan. Selalu pilih evaluasi, jangan nyerah dulu.