A. SDLC (Software Development Life Cycle) adalah tahapan menyeluruh yang dilakukan oleh seluruh tim (Product Manager, Developer, QA, Designer) untuk menciptakan sebuah aplikasi.
Tahapan Utama SDLC:
- Planning & Requirement (Perencanaan): Mengumpulkan ide dan kebutuhan aplikasi dari klien atau pengguna.
- Design (Desain): Membuat arsitektur sistem, skema database, dan desain tampilan (UI/UX).
- Coding/Development (Pembuatan): Programmer/Developer menulis kode untuk membangun aplikasi.
- Testing (Pengujian): Aplikasi diserahkan ke QA untuk dicari bug atau kesalahannya sebelum dirilis.
- Deployment (Peluncuran): Aplikasi resmi dirilis ke publik atau Play Store/App Store.
- Maintenance (Pemeliharaan): Memperbaiki masalah yang muncul setelah rilis dan melakukan pembaruan (update).
B. STLC (Software Testing Life Cycle) adalah serangkaian tahapan sistematis yang dilakukan oleh tim penguji atau Quality Assurance (QA) untuk menguji perangkat lunak, yang meliputi analisis persyaratan, perencanaan uji, dan pelaksanaan uji.
Tahapan Utama STLC
- Analisis Persyaratan (Requirement Analysis): Mempelajari dokumen kebutuhan sistem untuk mencari bagian aplikasi yang bisa diuji.
- Perencanaan Uji (Test Planning): Menentukan strategi, jadwal, biaya, dan sumber daya pengujian.
- Desain Kasus Uji (Test Case Design): Membuat skenario, langkah-langkah, dan data uji untuk aplikasi.
- Persiapan Lingkungan Uji (Test Environment Setup): Menyiapkan perangkat keras dan perangkat lunak agar siap untuk dites.
- Pelaksanaan Uji (Test Execution): Menjalankan pengujian sesuai rencana dan mencatat jika ada bug atau error.
- Pelaporan Hasil dan Penutupan Uji (Test Closure): Merekap hasil pengujian dan menutup siklus setelah aplikasi memenuhi standar.
C. Test Case adalah dokumen yang berisi sekumpulan kondisi, variabel, dan langkah-langkah terstruktur yang dijalankan oleh QA untuk memastikan suatu fitur aplikasi berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.