Haveleste, Velius — Penghuni Haveleste kembali mendapatkan kabar duka setelah seorang laki-laki ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah trash bag yang mengapung di kolam renang pada Kamis malam (29/10/2026).

Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh Karssen (26), seorang barista yang saat itu sedang berjalan menuju tempat pembuangan sampah di belakang gedung apartemen. Karssen mengaku awalnya mengira trash bag tersebut merupakan sampah yang sengaja dibuang oleh seseorang ke kolam renang.

Setelah menemukan trash bag tersebut, Karssen (26) segera memanggil Captain Cal (40) yang saat itu sedang berjaga di pos security.

"Wah, saya kira ada penghuni iseng buang sampah di kolam renang. Tapi waktu kita ambil, kok berat banget?" ujar Karssen saat diwawancarai pada Jumat pagi (30/10/2026).

Karssen mengatakan bahwa trash bag tersebut terasa sangat berat. Captain Cal kemudian berinisiatif untuk membukanya dan memeriksa isinya. Keduanya langsung menghubungi pihak kepolisian setelah mengetahui bahwa di dalamnya terdapat sesosok mayat.

"Iya, langsung kami telepon Detektif Cass untuk datang ke Haveleste," lanjut Karssen.

Pihak Kepolisian Velius menduga bahwa kasus tersebut dilakukan oleh pelaku yang sama dengan pembunuhan sebelumnya. Polisi menemukan adanya kesamaan tertentu pada kedua kasus, salah satunya penggunaan kain pada tubuh korban.

Detektif Cass (38) memberikan beberapa pernyataan saat diwawancari pada Jumat (30/10/2026).

"Sepertinya pelaku yang sama. Kemarin mulut yang ditutup, sekarang mata."

"Tubuh korban yang sekarang mengalami luka tusukan yang banyak, lebih dari satu kali," lanjutnya.

Korban telah diidentifikasi dan diketahui merupakan seorang Senior Project Director di Haveleste yang berinisial D (40). Namun, hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik kedua pembunuhan tersebut. Senjata yang digunakan pelaku juga belum ditemukan.

Dua kasus pembunuhan dalam waktu berdekatan membuat sejumlah penghuni Haveleste mulai merasa cemas. Beberapa di antaranya bahkan mempertimbangkan untuk meninggalkan apartemen sementara waktu.

"Saya baru pertama kali ngerasain pembunuhan tepat di area tempat tinggal. Jujur, mulai cemas dan takut. Gimana kalau saya target selanjutnya?" ujar Yssabelle, salah satu penghuni baru.

Anais juga menyuarakan kegelisahannya.

"Kayaknya saya mau pergi sementara deh dari Haveleste kalau begini. Ngeri banget."

"Rest in peace buat para korban. Semoga pelaku segera tertangkap," ungkap salah satu penghuni lama Haveleste, Jessamine (29).

Pihak manajemen Haveleste kemudian mengumumkan sebuah kegiatan olahraga sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan para penghuni setelah dua insiden tersebut. Acara tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 1 November 2026 di Haveleste Sport Center.

Para penghuni diharapkan dapat mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.


RUNDOWN COMMON GROUND