Pertanyaan penelitian yang baik adalah pertanyaan yang:
Skripsi, tesis, dan disertasi ditulis bukan untuk mengubah dunia atau memenangkan Nobel. Tujuan utamanya adalah mendorong mahasiswa belajar untuk melakukan project penelitian secara mandiri, meskipun di bawah supervisi dosen pembimbing.
Jadi, standarnya tidak sama dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang sudah berpengalaman, seperti yang Anda baca di jurnal-jurnal ilmiah, meskipun (tentu saja) Anda bisa belajar dari artikel-artikel ini.
Masalah penelitian yang baik memenuhi setidaknya tiga syarat.
<aside> ⚠️
Ketiga syarat ini saling melengkapi dan sama pentingnya.
Yang saya maksudkan di poin ini, bukan berarti Anda harus merumuskan sesuatu yang benar-benar baru dan belum pernah diteliti sama sekali oleh siapapun di dunia ini. Ini maksudnya jawaban atas pertanyaan Anda tidak langsung tersedia, tidak eksplisit, dan oleh karena itu, harus dijawab dengan mengumpulkan data.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mahasiswa memilih pertanyaan yang terlalu obvious apa jawabannya (e.g., “apakah motivasi bisa berdampak pada IPK?” “apakah dukungan sosial bisa mengurangi stres?” “apakah baju kita basah apabila disiram air?” “apakah menjemur baju di siang hari ketika matahari terik bisa membuatnya kering?” dsb.)
Masalah penelitian bisa dipertajam dengan cara menanyakan pertanyaan lanjutan, misalnya:
Untuk menemukan masalah penelitian, Anda bisa mencermati bagian discussion dan conclusion dari artikel ilmiah yang menurut Anda cocok dengan topik yang Anda minati. Biasanya, penulis menuliskan secara eksplisit keterbatasan dan future direction dari penelitian empirik yang mereka lakukan.