BD6D5058-1091-4FDD-A264-8D05F70BC85A.jpeg

SOCIETY WASN’T BUILT WITH WOMEN AS ITS DEFAULT CONSIDERATION, that’s what I heard and can see clearly. Maybe that’s why there are endless requirements demanded out of women in their lives. Women, above the obligation to be pretty must also be capable of everything so men can get away with doing the bare minimum (then even takes a credit for it), gentle, loving, but they shouldn’t raise their voice higher than a man’s, hurt them in any way, and certainly shouldn’t get more appreciated! Men? Oh, they’re allowed to do and get anything on their terms. They are the terms.

This life that isn’t on your side disturbs you, weighs you down, shackles you. You may be very aware of it and has been holding back from setting everything on fire. Or you may not, because the way patriarchy surrounds you is subtle that you even think that you’re in favor. You never are. It feeds you to bridle you. One day, you eventually realize that you are deserving of more—of what is within your rights to be yourself.


#IntinyaDeh

Sebagai perempuan, dalam hidupmu ada laki-laki (atau beberapa, banyak) yang sebenarnya membatasi hidupmu, jika bukan juga memberatkan. Kamu terikat padanya/mereka (dalam hubungan darah atau tidak) dan merasa mempunyai tanggung jawab atasnya, sebab itulah kamu tidak bisa berbuat seinginmu begitu saja. Sebab itulah kamu kerap menuruti mereka dan mengubur kata hatimu sendiri.

Aku bukan hadir sebagai pahlawan, karena mau bagaimanapun, aku juga laki-laki. Lagipula, bukankah cerita di mana perempuan diselamatkan oleh laki-laki itu menjijikkan?

Aku penganut kebebasan. Jika kebebasan jualah apa yang kaumau, aku bisa menjadi bayanganmu dalam mendapatkannya. Ketahuilah bahwa hidupmu adalah milikmu. You don’t owe anyone anything, moreover, men and the society that rarely favored women.


PERINGATAN

Cerita yang saya niatkan untuk tulis lewat relasi ini mengandung narasi (yang berpihak kepada) perempuan dan secara tak terelakkan akan bersinggungan dengan persoalan tentang patriarki dan segala hal yang sering kali terasosiasi dengannya. Apabila kamu sebagai penulis tertarik dengan tawaran relasi ini, pastikan kamu sanggup menulis kisah yang mungkin saja tidak nyaman lantaran elemen-elemen yang sudah disebutkan.


Genre: Crime. NON-ROMANCE.

Age range: 25-35

Face claim: Decide yourself

Domicile: Japan! Tapi kalau mau Korea Selatan juga boleh.


To Note