paras cantik, senyum manis serta rupanya yang sedikit banyak—menggoda. sebagian sibuk menikmati riak pada permukaannya: playful, penuh jenaka dan cuek tidak ambil pusing. padahal, awas! dalamnya isi kepala si dara mungkin menenggelamkan. tidak semua tahu, tidak semua, tidak.
lahir pada september tahun krisis moneter, dengan relasi orang tua yang sudah tidak lagi lekat sejak kakinya melangkah keluar rumah: “Mau mandiri, ah!” katanya. lalu si nona melenggang pergi, merantau dan menetap di ibu kota sendirian. sebenarnya sih — alasan, salah dua lainnya karena penasaran dengan gaya hidup yang bebas.
berhasil mendanai, memanjakan diri dan mewujudkan mandirinya lewat, ya, pekerjaan. “Aku? cewek panggilan, kamu mau apa, aku ada, hahaha” lengkap dengan tawa centil tiap dapat pertanyaan soal kesibukan. sungguh komposisi brilian untuk gossip panas kawan lama setelah reuni sampai tetangga, kalau ada… tapi si nona seringnya sih tidak ambil pusing.
“Orang akan memercayai apapun yang mereka ingin percayai, meski bukan fakta. I simply let them harness their creativity on storytelling, No?”

kadang pakai lusinan mode baju untuk dipotret, kadang berlagak sesuai durasi saat cue ‘action’ dan ‘cut’ terdengar, sekali dua kali utak-atik aransemen musik, tapi seringnya sih oversharing di platform sosial digital dengan dalih: “Semua bisa jadi uang, ini namanya personal branding”. asli, sama si nona, semua dikerjain, yang penting halal dan hasil keringat sendiri. dosa dan larangan yang ia tabrak nihil akan ketemu di sektor ‘pendapatan’. cuma ya, soal lain? “Gak bisa janji ya [wink genit]”.
kepribadian si dara berlapis, cenderung fleksibel dan mengikuti lawan interaksi. gemas bisa, bokem dikasih paham bos, flirty jago, banyol nggak berujung, bahas makna hidup ayo. kalau mau adu tatap yang kedip duluan kalah pindah agama, juga, ia libas, tidak ambil hati. “Mending energi dan pusingnya di hal serius aja nggak, sih? Berteman mah dibawa asik atuh…” katanya, keceplosan nyunda sedikit.

meski demikian, di satu dua interaksi awal sama orang baru, biasanya ia hati-hati. meraba dulu, kira-kira entitas apa yang tuhan kirimkan di singgungan hidupnya kali itu untuk interaksi.
terlepas dari semuanya, Adel percaya selalu ada yang bisa ia ambil sebagai pembelajaran untuk diri sendiri. dari apapun, oleh siapapun dan atas kejadian manapun. untuk selebihnya, silakan selami sendiri.
*salam, #ILY.
seluruh interaksi dilakukan sebagai adel kecuali untuk tagar #NAKEDBIBI, [text] untuk OOC dan #ILY pada ucapan dari penulis.*